Menyelami Paviliun Sembilan, Creative Hub di Bintaro

Paviliun 9
Paviliun Sembilan, Creative Hub Keren di Bintaro

Bintaro and Beyond – Paviliun Sembilan creative hub di Bintaro diyakini sebagai salah satu respon dari tantangan membangun ekonomi kreatif di Indonesia. Paviliun Sembilan dikelilingi oleh coffee shop keren dengan suasana dan gaya masing-masing.

Jika Bintarians sedang berada di area Senayan, Bintaro, pernahkah mengamati sebuah bangunan tinggi dengan panel signage berwarna ceria dan berbentuk angka 9? Jika ya, maka Bintarians sedang berada di depan sebuah creative hub bernama Paviliun Sembilan. Tempat ini merupakan bagian dari Paviliun Ecosystem, yang mulai dibentuk pada tahun 2014 silam dengan Paviliun 28 di daerah Petogogan, Jakarta Selatan. Paviliun Ecosystem sendiri bertujuan untuk menjadi inkubator bagi lebih banyak pekerja seni, pembuat film, musisi, dan pelaku kuliner Indonesia.

Sosok di balik dibentuknya Paviliun Sembilan ini ialah Eugene Panji, yang juga seorang Peraih Nominasi Piala Citra untuk beberapa film Indonesia.

Paviliun 9
Paviliun Ecosystem sendiri bertujuan untuk menjadi inkubator bagi lebih banyak pekerja seni, pembuat film, musisi, dan pelaku kuliner Indonesia

“Paviliun Sembilan menjadi tempat publik yang dapat digunakan oleh berbagai kalangan, baik itu pengunjung reguler maupun pelaku industri seni dan budaya. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan di tempat ini,” ujar Michael Ferdinand, Head of Operations Paviliun Sembilan.

Konsep bangunan Paviliun Sembilan tempat hangout asyik

Secara sekilas, Paviliun Sembilan yang mulai dibuka untuk publik pada Maret 2021 silam ini terlihat asyik untuk tempat hangout. Namun, sebenarnya Paviliun Sembilan menyuguhkan atmosfer yang lebih dari itu. Bangunan Paviliun Sembilan terdiri dari tiga lantai berikut area dalam maupun luar ruangan, tak ketinggalan sejumlah ruangan khusus yang dapat digunakan oleh pengunjung, sesuai dengan aktivitasnya. Di lantai dasar, ada beberapa tempat duduk dan sofa untuk bersantai. Di area ini juga terdapat panggung utama yang biasa digunakan untuk pertunjukan musik live.

Paviliun 9
Tempat duduk dan sofa untuk bersantai di Paviliun Sembilan

Beranjak ke lantai berikut, ada meeting room dan ruangan bioskop mini yang dapat direservasi oleh tamu. 

“Bioskop mini tersebut tidak hanya dapat digunakan saat pemutaran film saja, namun juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang workshop atau ruang presentasi,” imbuh Abiyoga Harbunangin, Marketing Specialist Paviliun Sembilan. Di lantai paling atas, terdapat ruangan yang biasa digunakan untuk sesi yoga, namun dapat diubah menjadi ruang meeting ataupun acara-acara resmi lainnya. Selain itu, terdapat area outdoor yang seringkali disebut sebagai ‘Sunset Corner’.

Paviliun 9
Beranjak ke lantai berikut, ada meeting room dan ruangan bioskop mini yang dapat direservasi oleh tamu. 

Atmosfer penuh kreativitas memang begitu kental di Paviliun Sembilan ini, mulai dari bentuk bangunan, dekorasi interior, hingga properti yang bertebaran di setiap sudut. Bintarians bisa melihat berbagai action figure, sepeda BMX, beberapa skuter Vespa klasik, hingga hiasan dinding yang terdiri dari susunan kaset lawas. Perpaduan warna cerah dalam interior Paviliun Sembilan mampu membuat setiap pengunjung betah berlama-lama menghabiskan waktu.

Paviliun 9
Fasilitas ruangan mini bioskop Paviliun 9

Ragam Menu Makanan dan Minuman di Paviliun 9

Bicara hangout, tentu tidak terlepas dengan sajian makanan dan minuman. Ya, Paviliun Sembilan memiliki deretan menu spesial yang menjadi andalannya. Tanpa ragu, kami pun memesan menu signature Paviliun Sembilan, yakni memesan Nasi Tumpeng Daun Olive dan Steak Burger Nusantara sebagai pengisi perut, serta Green Tamarind sebagai pelepas dahaga.

Paviliun 9
Menu signature Paviliun Sembilan, yakni Nasi Tumpeng Daun Olive

Bintarians jangan menganggap nasi tumpeng tersebut sebagai sajian perayaan khusus, karena menu yang kami pesan ini memiliki porsi hanya cukup untuk satu orang saja. Nasi tumpeng beralaskan telur dadar ini memiliki warna yang agak gelap dan telah dicampur dengan irisan daun zaitun, sedangkan ada beberapa lauk yang menyertainya, yaitu daging ikan dori, potongan daging kambing, tempe orek, dan tumisan daun cuciwis.

Paviliun 9
Patty daging sapi yang disajikan di atas mashed potato

Beranjak menuju Steak Burger Nusantara, dari namanya saja tentu sudah dapat dibayangkan, yakni patty daging sapi yang disajikan di atas mashed potato, sungguh sajian yang luar biasa. Untuk Green Tamarind, minuman berwarna hijau cerah ini terdiri dari sayur pakcoy segar, air jeruk nipis, dan tentunya air asam Jawa (Tamarind). Tapi jangan kuatir, rasa minuman ini begitu segar dan kemungkinan besar Bintarians tidak akan merasakan rasa pakcoy tersebut. Menu ala carte dari Paviliun Sembilan ini berkisar dari Rp 20 ribuan hingga Rp 70 ribuan.

Paviliun 9
Green Tamarind, paduan pakcoy segar, air jeruk nipis, dan air asam Jawa (Tamarind)

Bagi Bintarians yang penasaran dengan Paviliun Sembilan, berlokasi di Jl. Senayan Utama HI 6 no 1, Bintaro Jaya sektor 9, dengan waktu operasional setiap hari, mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB untuk hari kerja dan mulai pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB untuk akhir pekan, jangan ragu lagi untuk berkunjung untuk hangout dan bersantai.

Give a comment

You must logged in to give a comment.