Perjalanan Wu-Tang Capital di Ajang WGHS Investment Competition

gLOBAL jAYA sCHOOL
Global Jaya School go Global

WGHS Investment Competition merupakan kompetisi investasi yang diadakan oleh program untuk anak muda Wharton Global dari University of Pennsylvania. Para siswa harus membentuk tim dan membuat strategi investasi milik mereka sendiri, yang disesuaikan dengan klien hipotesisnya. Sebagai informasi, klien tahun ini adalah Nichole Jordan, alumni dari MBA Wharton. 

Ribuan Peserta Menjadi Peserta Kompetisi

Global Jaya School
Ribuan Peserta Menjadi Peserta Kompetisi

Tim diberi waktu sepuluh minggu untuk mengatur dana sebesar $100,000.00 dengan menggunakan WInS, sebuah simulator bisnis milik Wharton. Pada kompetisi tahun ini, lebih dari 1300 tim ikut andil dalam kompetisi tersebut. Sebanyak 50 tim teratas, dipilih untuk bergabung ke semifinal berdasarkan laporan akhir mereka, termasuk dokumen yang merinci strategi investasi mereka. 

Semifinalis harus menyerahkan presentasi video tentang strategi investasi masing-masing. Kemudian 10 tim teratas di semifinal kemudian dipilih untuk pergi ke Final Global di Philadelphia, Pennsylvania, dan mempresentasikan strategi investasi mereka secara langsung kepada panel juri. Tim juri tahun ini termasuk Andrea Vitorelli, Global Chairman of J.P. Morgan Financial Institutions Group’s Insurance Group; Muk Rao, Product Manager and Architect  Wharton Research Data Services;  Joseph Rava, CFA, Investment Analyst, Aberdeen Standard Investments; dan John J. Zaia, Senior Vice President, Citi Wealth Management.

Tim Pertama dari Indonesia di Ajang WGHS Investment Competition

Global Jaya School
Perjalanan Wu-Tang Capital di Ajang WGHS Investment Competition

Pada kompetisi tahun ini, tim dari Global Jaya berhasil mencapai WGHS Investment Competition Global Finale, sekaligus menjadi tim pertama dari Indonesia dalam sejarah kompetisi yang berhasil melakukannya. Tim tersebut ialah Wu-Tang Capital, sekelompok mahasiswa Y11 dari Global Jaya yang memiliki hasrat untuk berinvestasi dan analisis data. Mereka ialah Ardy, Alicia, Dhira, Faya, Hanif, Hyesung, serta In Seo.

“Dalam mengembangkan strategi investasi untuk kompetisi tahun ini, kami telah memutuskan untuk menggunakan pendekatan kuantitatif top-down yang menggunakan alat seperti pembelajaran mesin untuk membuat perkiraan. Untuk indikator keuangan dan algoritma, dirancang khusus untuk mengukur investasi kami dan melakukan lindung nilai terhadap risiko penurunan,” jelas tim Wu-Tang Capital mengenai pembuatan strategi investasi dan rahasia kesuksesan mereka.

Berbagai Tantangan Dalam Kompetisi Ini

Tim harus mengerahkan upaya yang cukup besar ke dalam kompetisi dan mereka menghadapi banyak tantangan. “Selama kompetisi, kami telah menghabiskan waktu untuk memecahkan masalah algoritma dan model prediktif, menghasilkan perkiraan, mengirimkan pesanan pembelian, menulis laporan akhir, atau mengembangkan promosi kami,” papar mereka.

Meski begitu, tim mengatakan bahwa pelajaran yang dipetik dari kompetisi ini sepadan dengan usaha. “Secara keseluruhan, menurut kami kompetisi ini telah memberikan wawasan yang sangat berharga bagi kami tentang dunia keuangan. Namun, yang lebih penting, kami telah mempelajari banyak keterampilan yang dapat digunakan, terlepas dari jalur karir apa yang akan kami lalui di masa depan. Keterampilan ini termasuk kemahiran, kerja tim, dan komunikasi yang efektif,” tutup tim Wu-Tang.

Give a comment

You must logged in to give a comment.