TVRI: Perjalanan Sejarah Stasiun TV Pertama Di Indonesia Dari Masa Ke Masa

TVRI

Televisi Republik Indonesia (TVRI) merupakan stasiun TV yang akrab di masyarakat Indonesia. Bahkan di setiap saluran TV lokal, TVRI selalu tersedia di daftar pilihan dan menyiarkan berbagai kabar di Tanah Air. Tak ketinggalan ragam tayangan yang informatif maupun hiburan lainnya.

Tahun ini, TVRI telah merayakan hari ulang tahun yang ke-61. Dengan usianya yang sudah sangat dewasa, begitu banyak jasa TVRI kepada negara Indonesia sebagai stasiun TV yang pertama. Hadirnya TVRI juga memberikan begitu banyak dampak positif terhadap dunia pertelevisian di Indonesia.

TVRI Stasiun TV Pertama di Indonesia

TVRI

Pada tahun-tahun awal, TVRI menyimpan sejarah yang mendalam dalam masa pendiriannya. Kedudukan TVRI juga silih berganti, dengan pernah menjadi BUMN, dari Perusahaan Jawatan (Perjan), Perusahaan Umum (Perum), hingga Perseroan Terbatas (PT).

TVRI berdiri pada tanggal 24 Agustus 1962, ditandai dengan siaran perdana di Stadion Utama Gelanggang Olah Raga Bung Karno. Dalam masa percobaan penyiaran, TVRI menyiarkan detik-detik upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kantor TVRI bermula dengan kantor Departemen Penerangan di Senayan, Jakarta dan pemerintah gigih membesarkan TVRI. Untuk memperluas jaringan siaran, maka selanjutnya TVRI yang melakukan sebaran penyiaran ke luar Pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Oleh karena itu, infrastruktur penyiaran televisi sudah tersebar hampir di seluruh penjuru Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Penyebaran saluran TVRI hingga mencapai daerah pelosok Indonesia.

Pada tahun 1965, TVRI melakukan pembangunan stasiun daerah yang dimulai dengan TVRI stasiun siaran Yogyakarta. Setelah pembangunan stasiun di Yogyakarta, menyusul sejumlah stasiun lain di berbagai daerah Indonesia. Sebut saja di Bandung, Medan, Surabaya, Ujung Pandang, Manado, Denpasar, dan Samarinda. 

Seiring dengan program sentralisasi di masa Orde Baru, maka perlahan siaran di setiap daerah pun diintegrasikan dengan tayangan dari Stasiun Pusat Jakarta dan programnya diatur secara terpusat.

Perkembangan TVRI menjadikan media tunggal penyiaran televisi pemerintah yang beroperasi ke seluruh Indonesia. Selain menyiarkan berita, TVRI juga menyiarkan tayangan lainnya seperti Si Unyil, Kuis Berpacu dalam Melodi, Asia Bagus, dan serial TV lainnya.

Perkembangan TVRI dari Masa ke Masa

TVRI

Seiring waktu berjalan, TVRI tentu menghadapi berbagai macam perubahan dengan pergantian pemerintahan pusat di Indonesia. Perkembangan dan perubahan status terjadi dari tahun 1975 hingga 1998.

Pada tahun 1975, TVRI diubah menjadi salah satu bagian dari organisasi yang memiliki status direktorat dan bertanggung jawab pada Direktur Jenderal Radio. Dua tahun kemudian, TVRI membentuk Stasiun Produksi Keliling yang biasa disingkat (SPK) di beberapa ibu kota provinsi, berfungsi sebagai perwakilan atau koresponden TVRI di daerah. 

Perkembangan SPK TVRI terus berkembang dengan di tahun 1982 memiliki 10 SPK berarmada Mobil Unit Produksi, ditambah 9 stasiun, 193 menara pemancar dan 30 stasiun relay. SPK tentu diperluas hingga 12 kota, mulai dari Banda Aceh hingga Jayapura dan karyawan TVRI terus bertambah.

TVRI tentu mulai menyiarkan siaran berita bahasa Inggris dengan nama English News Service yang mulai disiarkan pada tanggal 1 Januari 1983. Perluasan siaran dari TVRI terus dilakukan hingga berakhir pada 1991 membuahkan hasil spesial yaitu 10 stasiun penyiaran daerah, delapan stasiun pemancar, 273 stasiun transmisi, 12 studio, serta dua studio alam di Bogor dan Depok.

TVRI juga mengalami masa perubahan status seperti pada perubahan masa-masa di Indonesia. Pada Orde Baru, TVRI menjadi UPT (Unit Pelaksana Teknis) yang bernaung di bawah Departemen Penerangan dan berubah status saat era reformasi, yakni menjadi Perjan setelah pembubaran Departemen Penerangan.

Status TVRI berubah lagi pada tahun 2002, dengan kembali menjadi Perusahaan Perseroan (Persero). Dengan status baru ini, TVRI dapat menyelenggarakan kegiatan penyiaran televisi sesuai dengan prinsip-prinsip televisi publik yang independen dan netral.

Bintarians, itulah sejarah TVRI yang memiliki perkembangan pesat serta sejumlah perubahan status dari masa ke masa.

Give a comment

You must logged in to give a comment.